Sabtu, 22 Oktober 2011

Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa

  Yeti Islamawati



Judul Buku          : Penilaian Otentik
Penulis                 : Burhan Nurgiyantoro
Penerbit              : Gadjah Mada University Press, Mei 2011
Tebal Buku          : 148 halaman

ISBN                       : 979-420-759-4

Dalam pengantar buku ini disebutkan bahwa penilaian dalam pembelajara memrasyaratkan dua hal yang mesti ada, yaitu kinerja dan bermakna. Tuntutan penilaian kinerja dan bermakna juga berlaku dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Hal ini berarti bahwa dalam pengukuran hasil pembelajaran Bahasa Indonesia harus berupa kinerja berbahasa yang bersifat aktif produktif dan kinerja itu harus ada atau dibutuhkan dalam kehidupan nyata, misalnya dibutuhkan dalam dunia pekerjaan.
Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum  harus mampu menekankan pentingnya penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL), yaitu sebuah pendekatan pembelajaran yang mencoba mengaitkan materi yang dibejarkan dengan situasi di dunia nyata dan mendorong siswa mmembuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, masyarakat, atau di dunia kerja. Pada giliran selanjutnya, pendekatan pembelajaran menuntut model penilaian yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran, yaitu penilaian otentik.
Pada bab II, lebih jauh dijabarkan hakikat penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan suatu bentuk tugas yang menghendaki pembelajar untuk menunjukkan kinerja di dunia nyata secara bermakna yang merupakan penerapan esensi pengetahuan dan keterampilan. Penilaian ini juga merupakan kinerja (performansi) yang meminta pembelajar untuk mendemonstrasikan keterampilan dan kompetensi tertentu yang merupakan penerapan pengetahuan yang dikuasainya.
Penilaian ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan penilaian tradisional, khususnya bentuk tes objektif pilihan ganda yang bersifat lebih merespon jawaban yang lazim dipergunakan dalam ujian-ujian akhir seperti UN dan UUB. Penilaian otentik hadir untuk melengkapi dan menutup kekurangan penilaian objektif. Skor hasil pengukuran otentik mencerminkan kompetensi  berbagai bentuk kinerja berbahasa sepanjang kegiatan pembelajaran, sedang skor hasil pengukuran tes objektif pada akhir pembelajaran menunjukkan capaan kompetensi selama satuan waktu tertentu, misalnya satu semester.
Dalam buku ini dijabarkan pula macam-macam penilaian otentik seperti: penilaian kinerja, wawancara lisan, pertanyaan terbuka, menceritakan kembali tes atau cerita, portofolio, dan proyek.
Yang menjadi kelebihan buku ini, ada contoh penerapan tugas otentik yang sangat mudah untuk diaplikasikan. Hal ini karena buku ini sudah dilengkapi dengan contoh soal latihan, cara penyekoran, bahkan ada catatan khusus tentang apa yang harus dilakukan guru dalam menerapkan penilaian otentik ini.
Buku ini relatif tipis, namun berisi hal-hal yang luar biasa. Dijabarkan mengenai penilaian kompetensi  menyimak, membaca, berbicara, menulis, hingga penilaian otentik kompetensi bersastra.
Dibagian akhir dipaparkan bagaimana pengolahan skor penilaian otentik hingga sampai pada perhitungan nilai akhir.
Buku ini sangat pas dibaca bagi guru bahasa Indonesia pada khususnya, dan secara umum dapat dibaca oleh guru mata pelajaran lain, bahkan oleh siapa saja yang menjadi pengajar.

3 komentar:

  1. Bagus sekali kalau diterapkan.

    BalasHapus
  2. Betul, Ibu. Jadi anak didik kita akan kaya dengan ilmu sekaligus dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.

    BalasHapus
  3. dimana saya bisa membeli buku ini ? mohon infonya

    BalasHapus